Cerita Horor Bekerja di Amazon

Cerita Horor Bekerja di Amazon
Amazon dikenal sebagai situs belanja online terbesar di dunia. Mereka sedang jadi sorotan setelah beberapa mantan karyawannya memberi pengakuan mengejutkan, bahwa kondisi kerja di sana sungguh berat. Mengapa demikian?

Penelusuran mengenai lingkungan kerja di Amazon dilaporkan oleh New York Times yang mewancarai sekitar seratus mantan karyawan ataupun yang masih bekerja di sana. Mereka mengatakan kondisi kerja di Amazon sengaja dirancang menakutkan bagi karyawan dan pemecatan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Para bos menuntut karyawan sedemikian sehingga banyak yang tertekan, bahkan menangis di tempat kerja. Pegawai dituntut workaholic dan yang disebut terbaik bekerja layaknya robot. Rata-rata mereka dituntut bekerja sampai 80 jam per minggu dan harus bisa dihubungi kapan saja.

Dikutip detikINET dari ABC, Selasa (18/8/2015), para karyawan diminta melaporkan pendapat mereka tentang karyawan lain pada bos, sebagai bahan evaluasi. Laporan dilakukan secara anonim dan karyawan bebas mengkritik atau memuji pegawai yang lain.

Pemecatan pun bisa terjadi kapan saja. Hal ini membuat karyawan ketakutan sehingga mereka terpaksa bekerja sekeras mungkin.

Jika ada yang sakit parah atau pegawai wanita mengalami keguguran, mereka tidak diberi cukup waktu untuk memulihkan diri. Seorang wanita menceritakan ia dituntut harus bekerja lagi sehari setelah operasi karena keguguran. Bo Olson, mantan Marketing Executive Amazon, membenarkan kondisi kerja di Amazon tersebut.

“Ketika Anda keluar dari ruang rapat Anda akan melihat seorang pria dewasa menutup mukanya. Hampir setiap orang yang bekerja denganku pernah menangis di mejanya,” ucap Olson

Amazon memang selama ini dikenal cukup kejam memperlakukan karyawa, tidak seperti perusahaan teknologi lain seperti Google atau Facebook. Dua nama yang disebut terakhir dikenal memanjakan karyawan dengan makanan gratis dan banyak fasilitas lain. Amazon tidak demikian.

“Amazon akan mempekerjakanmu sampai rasanya seperti mau mati, jadi kamu mungkin akan pergi dalam dua tahun atau akan di sana selamanya karena kamu senang bekerja sekeras itu,” ucap salah seorang karyawan.

Ya, Amazon kabarnya memberlakukan budaya kerja workaholic, bekerja sampai lupa waktu bahkan lupa segalanya. Jangan salah, meski kondisinya berat, mereka yang pada dasarnya workaholic mungkin saja betah kerja di Amazon.

Tentu saja yang tidak betah selalu lebih banyak. Jadi untuk mengantisipasi karyawan keluar terlalu cepat, Amazon kabarnya akan meminta kembali sebagian uang yang mereka bayar jika karyawan keluar kurang dari setahun.

Kadang-kadang, bos juga melakukan cara aneh untuk promosi karyawan. Mantan pegawai bernama Chris Bucia berkisah, ia dimarahi habis-habisan terlebih dahulu oleh bosnya sehingga berpikir pasti akan dipecat. Tapi setelah marah-marah itu, si bos langsung memeluknya dan memberi ucapan selamat kalau dia dipromosikan.

Amazon dirintis oleh pengusaha Jeff Bezos yang saat ini adalah salah satu miliuner terkaya di dunia. Bezos diestimasi Forbes punya harta di kisaran USD 49,5 miliar.

Menanggapi laporan New York Times, pihak Amazon pun kebakaran jenggot. Mereka menyatakan sebagian kisah itu mengada-ada dan terlalu dibesar-besarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *